posted by misslav on Des 17

Kalimat itulah yang pertama kali memotivasiku untuk melakukan shalat Istikharah. Sebuah kutipan dari kumpulan riwayat tentang Sunnah Nabi saw dalam buku Riyadhus Shalihin. Maklum kala itu aku sedang bersemangat menjalankan amalan-amalan sunah karena sedang giat-giatnya mengikuti ekskul Rohis di sekolah. Tanpa pikir panjang langsung saja kuterapkan hadist tersebut dalam kasusku yang saat itu sedang bingung dalam menentukan pilihan program/jurusan studi di kelas 3 SMA.

Memang kiranya agak berlebihan mengingat itu merupakan pilihan sepele.Teman-temanku saja mungkin gak pernah ambil pusing dengan itu semua, karena mereka cenderung hanya mengejar prestise dengan saling berebut untuk menjadi siswa kelas 3 IPA, adapula beberapa teman yang rela didikte ortu mereka dengan segudang argumen masa depan cemerlang yang bakal diraih kelak dengan masuk kelas IPA atau bahkan kebanyakan teman-temanku pasti akan memilih jurusan sambil komat/it “tang ting tung yg kena beruntung” dengan jari menunjuk kancing baju seragam Putih Abu-abunya. Tapi diriku malah bersusah payah menghabiskan 1 tahun masa belajarku di kelas 2 SMA dengan rutinitas shalat Istikharah setiap malamnya tanpa putus…Subhanallah!

Tak pernah terbayang sebelumnya ternyata demikian sulitnya pengalaman pertama Istikharahku kala itu. Sebab kurasakan selama hati ini bimbang, otak masih penuh dengan pikiran, jiwa masih takut akan kegagalan, cemoohan, atau malu dengan pilihan-pilihan hidup yang tak bergengsi misalnya, maka kemantapan hati pun tak kunjung datang. Berkali-kali aku bermimpi menjadi anak IPA namun itu tak kuanggap sebagai jawaban karena mungkin aku masih terobsesi masuk IPA. Wajarlah karena nilai-nilai akademikku selama sekolah juga pantas menempatkanku di kelas IPA karena selama belajar nilai Raport-ku masih berwarna ‘hitam’ dan kebetulan selalu menopangku untuk berada di rangking 5 besar sejak SD-SMA. Tentulah wajar pula jika arogansi itu masih sangatlah alamiah muncul begitu saja dan bahkan cenderung mendominasi dalam benakku kala itu. Namun ntah mengapa semua itu aku abaikan, sampai tiba masanya Jawaban Istikharahku mulai terjawab sudah. Sepekan jelang pembagian Raport kelas 2 SMA, aku begitu cemas dan benar-benar ingin masuk kelas IPS sampai akhirnya dengan berani kutemui guru BP sebelum menghadap wali kelasku sendiri karena aku ingin meminta langsung kepada beliau agar bisa dimasukkan ke dalam kelas/program IPS. Mereka pun akhirnya sepakat menerima argumenku saat itu dan kisah pun berakhir dengan sebuah tulisan di buku Raport-ku yang menyatakan bahwa aku masuk jurusan IPS.

Adapun beberapa hikmah dalam kisah perjalananku yang berawal dari pengalaman shalat Istikharah tersebut adalah sejak saat itu aku selalu ingin ber-Istikharah dengan Rabb-ku untuk semua pilihan-pilihan hidupku selanjutnya. Entah itu untuk urusan Kuliah, nafkah maupun soal nikah. Belum lagi lantaran motivasi dari banyaknya ‘bonus’ yang kudapatkan dari kesuksesan Istikharah-ku yang hanya berawal dari coba-coba tersebut. Ya, tak terduga pada angkatanku itulah kali pertama terbentuk kelas IPS unggulan di sekolahku yang berisikan siswa-siswa dengan prestasi akademik dan non akademik memenuhi kuota kelas 48 siswa. Mereka adalah siswa dengan rangking 7 besar dari setiap kelas 2 atau siswa-siswa unggul lainnya dengan piala-piala kejuaraan non akademik yang pernah mereka raih selama menjadi siswa SMA 71. Tak hanya itu aku tetap masuk nominator Juara Kelas sehingga membawaku pada predikat akhir saat acara Wisuda SMA sebagai Peringkat II Siswa Berprestasi Program IPS dan berhasil lulus seleksi sebagai perwakilan sekolahku untuk menjadi Mahasiswa PMDK di Fakultas Hukum UNSOED Purwokerto 3 hari jelang EBTANAS, bertemu sekaligus menjemput jodohku dari tempat yang cukup jauh di belahan Timur pulau Jawa sebab dia Alumnus ITS dan lahir serta besar di Surabaya, mendapat kemudahan saat hamil pertama meskipun dengan situasi yang rumit lagi sulit karena kala itu aku sedang dalam proses merampungkan studiku di Kota Mendoan tersebut. Namun dengan berbekal tema Skripsi dari link seniorku di SMA dulu akhirnya semua rampung tepat pada waktunya dan kemudian malah memberiku pengalaman bekerja di sebuah perusahaan Asuransi Syariah pertama di Indonesia saat hamil anak keduaku…

Fiuh!!! Sebuah perjalanan PANJANG nan RUMIT yang tentu lebih besar urusannya dari sekedar urusan TALI SANDAL dan kupikir memang demikianlah seharusnya untuk meraih segala hajat hidup kita, apalagi berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya masih ‘ghaib’ seperti ini, bisa jadi hanya dapat diselesaikan dengan salat Istikharah agar kita kelak dapat ‘bersahabat’ dengan takdir Allah SWT apapun itu.

Waallahu ‘alam bi Shawwab….

Gambar diambil dari sini

8 Comments to “ISTIKHARAHLAH MESKI ITU UNTUK URUSAN TALI SANDALMU…”

  1. saifuna Says:

    subhanallah….kisah yg sangat mencerahkan . Jejak langkah kita insyaAllah akan tetap terarah sesuai dg jalan Allah, jika kita rela menyempatkan diri untuk ber-istiharah.

  2. misslav Says:

    @Saif: Nah, kalo yang ini bisa langsung dicoba sendiri tanpa nunggu calon kan? Begitu pula dengan kenalan2 yang masih SMA bisa di-share lagi tuh. Semoga bisa ‘mewarnai’:)

  3. Aep Hamdani Says:

    betul sekali itu… saya juga pernah mengalami tuh… buat yang belum istikhoroh. Ayo lakukan segera…!

  4. misslav Says:

    @Aep Hamdani: Salam kenal… Yoo ada pendukung yg sama2 sdh pernah merasakan hikmah ‘n kedasyatan dari Istikharah. Ga sebanding ama seutas tali sandal kan mas?? Boleh nih ikutan bantu2 mentransformasikan pengalaman ini ke yg lain:)

  5. adipati Says:

    istikharah jaln terakhir disaat mentok mengambil keputusan selain menggunakan hati nurani.

    salam kenal

  6. misslav Says:

    @Adipati: Salam Kenal juga…
    Memang asumsi dr “memilih” adalah ketika sudah berada di situasi terjepit antara dua pilihan. Tapi melakukan Istikharah dikala belum ‘terdesak’ dg satu variabel/pilihan sptnya sah2 saja agar dpt menentukan kata ya/tdk. Kiranya itulah yg dulu saya alami b’awal dr coba2,dg kondisi msh bny ‘arogansi’ diri, blm kepepet dll, tapi malah dapat bny ‘bonus’ masa depan yg tak t’duga:)

  7. yummy Says:

    wah…hebat kali mba!

  8. misslav Says:

    @Yummy: Yup, silakan dicoba ya..Dijamin gak akan ada sesal sedikitpun setelah melakoni Istikharah, bahkan utk niatan coba2 sekalipun saat kita msh sgt2 muda:)

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda